Persaingan Hasil Lima Bank Swasta Terbesar Republik Indonesia: Siapa yang Terbaik?

Uncategorized178 Dilihat

Jakarta, CNBC Indonesia – Musim laporan keuangan telah tiba. Sejumlah bank dengan kapitalisasi besar mencatatkan hasil sepanjang tahun ini, hingga September 2023. Ada yang membukukan pertumbuhan laba dua digit, namun ada juga yang harus puas dengan pertumbuhan kecil.

Sementara itu, bank-bank milik negara terus memimpin industri perbankan. Namun, bukan berarti bank swasta tidak kaya.

CNBC Indonesia merangkum 5 bank swasta terbesar. Kelima bank tersebut memiliki total aset Rp2.376,78 triliun dan laba Rp49,74 triliun.

Di bawah ini ulasan lengkap lima bank swasta terbesar di Indonesia.

PT Bank Central Asia Tbk. (BBKA)

Bank penerbit milik keluarga Hartono, BCA, mencatatkan laba bersih perseroan dan anak usahanya mencapai Rp 36,4 triliun hingga akhir kuartal III 2023. Angka tersebut meningkat 25,8% dibandingkan capaian sembilan bulan tahun sebelumnya.

Pencapaian tersebut ditopang oleh peningkatan pendapatan bunga bersih sebesar 21,3% year-on-year menjadi Rp55,9 triliun dan pendapatan non-bunga sebesar 9,7% menjadi Rp18,3 triliun.

Selain itu, pertumbuhan kinerja tersebut juga didukung oleh kredit yang tumbuh lebih baik di seluruh sektor. Menurut BCA, per September 2023, pinjaman yang diberikan senilai Rp 766,1 triliun telah disalurkan, naik 12,3% year-on-year, di atas rata-rata industri.

Hasilnya, pencapaian tersebut membuat aset BCA meningkat 7,2% year-on-year menjadi Rp1.381 triliun.

PT Bank CIMB Niaga Tbk. (BNGA)

Bank CIMB Niaga melaporkan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik sebesar Rp4,9 triliun per September 2023, naik 27,6% dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan pendapatan ini melebihi pendapatan bunga bersih perseroan.

Berdasarkan laporan yang dipublikasikan, pendapatan bunga BNGA mencapai Rp 16,7 triliun, meningkat 19,2% dibandingkan tahun lalu, sedangkan beban bunga meningkat sebesar 61,2% tahun ke tahun menjadi Rp 6,5 triliun. Oleh karena itu, pendapatan bunga bersih perusahaan hanya meningkat 2,1% dibandingkan tahun lalu menjadi Rp 10,2 triliun.

Baca Juga  Diungkapkan! Ternyata gara-gara itu, banyak warga Indonesia yang makan lewat tabungannya.

Di tengah tekanan beban bunga, salah satu penyokong keuntungan CIMB Niaga adalah fee based income atau pendapatan berbasis biaya. Per September 2023, perbankan menerima Rp 2,5 triliun, naik 39,2% year-on-year.

Dalam fungsi intermediasinya, bank memberikan pinjaman senilai Rp205,6 triliun, naik 5,2% dibandingkan tahun sebelumnya. Segmen UKM tumbuh paling cepat – sebesar 8,1% dibandingkan tahun lalu. Diikuti oleh korporasi (6,0% y/y) dan konsumen (5,9% y/y).

Pertumbuhan pinjaman ini meningkatkan aset konsolidasi BNGA menjadi Rp329,1 triliun, naik 7,2% year-on-year.

PT Bank Danamon Tbk. (BDMN)

Bank milik grup MUFG adalah PT Bank Danamon Indonesia Tbk. (BDMN) mencatatkan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik sebesar Rp 2,56 triliun pada kuartal III 2023. Jumlah tersebut hanya meningkat 1,39% dibandingkan perolehan Rp2,61 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pendapatan Bank Danamon pada kuartal III tahun ini tertekan oleh beban bunga yang naik 53,88% year-on-year (year-on-year) menjadi Rp3,37 triliun. Alhasil, pendapatan bunga bersih bank tersebut hanya naik 8% menjadi Rp 11,29 triliun.

Pada fungsi intermediasi, total pinjaman dan trade finance Bank Danamon mencapai Rp 166,2 triliun, meningkat 18% year-on-year, sehingga aset bank meningkat 10,07% year-on-year menjadi 208,28 triliun rupiah.

Sedangkan Bank Danamon mengumpulkan dana pihak ketiga (DPK) pada kuartal III 2023 sebesar Rp 144,49 triliun, naik 12% year-on-year. Deposito bank naik 47,75%, giro disesuaikan 11,89% year-on-year menjadi Rp 24,71 triliun dan tabungan turun 11,76% year-on-year menjadi Rp 41,02 triliun rupiah

PT Bank OCBC NISP Tbk. (NISP)

Bank OCBC NISP membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp3,05 triliun pada kuartal III-2023, naik 20% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (Rp2,54 triliun). Pertumbuhan tersebut tidak lepas dari pendapatan bunga yang naik 30,45% menjadi Rp 11,4 triliun.

Baca Juga  WIKA sedang membangun pusat pelatihan atlet jelang Olimpiade Sibubur

Seiring dengan peningkatan pendapatan, beban bunga dan beban syariah OCBC NISP juga meningkat sebesar 69,67% year-on-year menjadi Rp 4,70 triliun. Pendapatan bunga bersih juga meningkat 17,5% year-on-year menjadi Rp7,38 triliun.

Sedangkan pendapatan fee sebesar Rp778,84 miliar, naik 6,05% year-on-year.

Di bawah fungsi intermediasi OCBC, NISP mencatat pertumbuhan penyaluran pinjaman sebesar 10% year-on-year menjadi Rp 144,7 triliun pada Q3 2023.

Pertumbuhan penyaluran kredit sebesar dua digit ini turut mendongkrak aset perbankan menjadi Rp 247 triliun pada kuartal III-2023, naik 12% year-on-year.

PT Bank Pan Indonesia Tbk. (PNBN)

Bank Panin mencatatkan peningkatan laba periode berjalan sebesar 13,01% YoY menjadi Rp 2,83 triliun. Berbeda dengan pendapatan bunga bersih kuartal III 2023 sebesar Rp7,02 triliun, turun 6,46% year-on-year menjadi Rp7,50 triliun.

Hal ini disebabkan oleh beban bunga yang tercatat meningkat menjadi Rp3,94 triliun dari Rp2,81 triliun pada kuartal III 2022.

Peningkatan laba Panin Bank terutama disebabkan oleh peningkatan pendapatan komisi dan penurunan penyisihan kerugian kredit. Bank juga menurunkan penyisihan penghapusan kredit menjadi Rp1,52 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp2,03 triliun.

Selain itu, fungsi intermediasi mencatat total volume penyaluran kredit mencapai Rp 140,2 triliun. Jumlah total pinjaman yang diberikan meningkat sebesar 7,41% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Dengan demikian total aset konsolidasi per 30 September 2023 berjumlah Rp 211,4 triliun.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel berikutnya

Para bankir mengatakan hal inilah yang membuat penyaluran kredit perbankan lesu

(mx/mx)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *