Pertamina Geothermal (PGEO) Bagikan Dividen, Lihat Kisi-kisinya

Uncategorized79 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – Emiten BUMN, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) akan membagikan dividen kepada pemegang sahamnya tahun ini dari laba bersih tahun fiskal 2023.

Namun, CFO PGEO Jurizki Rio mengatakan besaran dan pembagian dividen harus menunggu persetujuan pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2024.

“Kami akan membagikan dividen berdasarkan laba tahun buku 2023, namun masih harus menunggu hasil RUPST yang rencananya akan dilaksanakan pada akhir Mei 2024,” kata Yuritsky dalam paparan publik, Kamis ( 14). /3/2024).

Sebagai informasi, perseroan berjanji akan mengalokasikan sebagian keuntungan yang diterima untuk dikembalikan kepada pemegang saham melalui pembagian dividen. Hal itu disebutkan dalam prospektus IPO sebelum perseroan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) awal tahun lalu.

“Perseroan berencana mengusulkan pembayaran dividen tunai kepada seluruh pemegang saham berdasarkan rasio pembayaran dividen maksimum sebesar 50% (lima puluh persen) dari laba bersih setelah menciptakan cadangan yang cukup, dengan tidak mengurangi hak Rapat Umum Pemegang Saham Perseroan sebagai ditentukan lain sesuai dengan Piagam Perusahaan “,” tulis PGEO dalam prospektus IPO.

Seperti diketahui, PGEO mencatatkan laba setahun penuh yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$163,59 juta atau setara Rp2,57 triliun (dengan kurs Rp15.700 per dolar AS) hingga tahun 2023. Capaian ini meningkat sebesar 28,47. % tahun 2022 sebesar US$127,34 juta.

Artinya, mengacu pada prospektus IPO, PGEO berpotensi membagikan dividen sebanyak-banyaknya US$89,79 juta atau setara Rp 1,28 triliun.

Keuntungan tersebut berasal dari pendapatan tahun 2023 sebesar $406,28 juta, menurut laporan keuangan. Angka ini 5,2% lebih tinggi dibandingkan tahun 2022 yang sebesar $386,06 juta.

Baca Juga  Bank Banten Diretas Karyawannya Sendiri Rp 6,1 Miliar, Berapa Kerugian Nasabah?

Hal ini disertai dengan beban pokok pendapatan dan beban langsung lainnya sebesar $178,97 juta tahun lalu, atau $173,20 juta mulai tahun 2022.

Hal ini menjadikan laba kotor perusahaan dari $212,86 juta untuk setahun penuh 2022 menjadi $227,31 juta pada tahun 2023.

Pada tanggal 31 Desember 2023, aset berjumlah $2,96 miliar dan liabilitas sebesar $992,88 juta. Namun, pada 31 Desember 2022, total aset sebesar $2,47 miliar dan liabilitas sebesar $1,21 miliar.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel berikutnya

Bisnis EBT yang menjanjikan, banyak analis merekomendasikan PGEO

(fsd/fsd)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *