Peruri menjadi GovTech, ini dua tanggung jawab utamanya

Uncategorized55 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – Peruri mendapat penunjukan baru sebagai GovTech Indonesia. Pihaknya diminta memperkuat struktur organisasi dan memberikan pelayanan yang lebih baik sehingga berdampak pada peningkatan perekonomian negara.

Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo (Tiko) menegaskan, Peruri harus fokus pada dua elemen struktur adaptif, yakni transformasi organisasi dan manusia yang terus berkembang secara berkelanjutan. Tico menambahkan, untuk menjadi perusahaan unggul, Peruri juga harus mampu menyusun rencana transformasi jangka panjang. penyesuaian strategis mengoptimalkan peluang jangka pendek.

“INA Digital adalah masa depan Peruri. Selain tetap menjalankan tanggung jawab pencetakan uang rupiah dan dokumen jaminan lainnya, Peruri juga harus fokus menjalankan SPBE sebagai BUMN teknologi Indonesia,” kata Tico dalam keterangannya, Selasa (2 Februari 2024). .

Dalam kesempatan tersebut, Tico juga menyampaikan bahwa Peruri selama ini berhasil mempertahankan profitabilitasnya melalui transformasi dari sisi teknologi untuk menciptakan produk-produk berkualitas yang mampu bersaing di bisnis internasional.

INA Digital mengintegrasikan layanan digital pemerintahan ke dalam satu portal nasional sehingga masyarakat dapat mengakses berbagai layanan pemerintah secara lebih efisien, cepat dan efektif melalui satu login berdasarkan kebutuhan masyarakat/warga negara.

Beberapa aplikasi SPBE prioritas kini akan terintegrasi: Layanan Pendidikan, Layanan Kesehatan, Layanan Kesejahteraan Sosial, Layanan Pengelolaan Kependudukan, Layanan Transaksi Keuangan Pemerintah, Layanan Administrasi Publik, Layanan Portal Layanan Pemerintah, Layanan Data Indonesia Terpadu, dan Layanan Kepolisian.

Lebih lanjut, Direktur Utama Peruri Dwina Septiani Wijaya menyatakan, pada tahun 2024, Peruri akan fokus menyukseskan proyek SPBE untuk mendukung transformasi Peruri menjadi lembaga teknologi publik Indonesia. Untuk menjaga kesehatan perusahaan, Peruri akan terus mengoptimalkan bisnis yang ada di bidang percetakan sekuriti.

Baca Juga  Ada kabar dari The Fed dan CPU, rupiah menguat ke Rp 15.655/USD.

“Meski tren volume pemesanan di bidang security printing tidak menunjukkan peningkatan yang signifikan, namun Peruri terus melakukan perbaikan dari segi nilai, misalnya melalui peningkatan teknologi, peningkatan efisiensi, mendorong inovasi dan optimalisasi penggunaan material lokal,” ujarnya. Dvina

Peruri saat ini mempunyai kemampuan di bidang tersebut. keamanan digital Saya juga akan memproduksi produk hibrida dari produk tradisional untuk terus menghadirkan nilai tambah sehingga menghasilkan produk yang lebih aman,” tambah Dvina.

Meski berstatus hukum Peruma sangat erat kaitannya dengan bisnis komisi, Dvina berpesan kepada seluruh insan Peruri untuk berpikir kreatif dan inovatif.

“Misalnya ketika kita mencetak uang, kita menyediakan teknologi dengan fitur keamanan yang lebih baik, bahan yang lebih baik, sehingga produk yang kita hasilkan lebih berkualitas. Nilai tidak hanya di-disk volume. Orientasi nilai “Ini bisa proses hulu dan hilir, mulai dari material hingga fitur keselamatan yang digunakan,” kata Dvina.

Dengan menciptakan dan mengembangkan usaha baru di bidang digital, Peruri juga terus berbenah. kemampuan digitalserta menjaga tata kelola perusahaan yang baik dan kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku. Peruri juga akan terus mengkaji proses dan struktur bisnis agar seefisien dan sekreatif mungkin. ekosistem digital dan menyediakan talenta untuk mendukung bisnis digital dan penugasan sebagai Institut Teknologi Pemerintah Indonesia.

Untuk mendukung suksesnya SPBE, Peruri bersiap membangun tim teknologi pemerintah Indonesia yang bertalenta profesional dan berpengalaman melalui proses rekrutmen yang terbuka untuk umum. Di hadapan Wakil Sekretaris BUMN, Peruri menunjukkan komitmennya untuk memenuhi tanggung jawabnya sebagai GovTech untuk mendorong percepatan transformasi digital pemerintah melalui pendekatan yang koheren. berpusat pada warga negara.

[Gambas:Video CNBC]

(ay/ay)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *