Perusahaan Asing Prediksi Nasib Kredit Korporasi di Era Prabowo Gibran

Uncategorized40 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – Kredit korporasi diperkirakan akan tetap stabil setelah pemerintahan baru Presiden dan Wakil Presiden terpilih Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka menjabat.

Namun, pertumbuhan perusahaan diperkirakan akan melambat dalam 5 tahun ke depan. Hal ini dibahas oleh analis dari S&P Global Ratings dan PEFINDO pada seminar tahunan Indonesia Credit Spotlight yang kedua di Jakarta.

Xavier Jean, direktur pelaksana pemeringkatan perusahaan di S&P Global Ratings, menjelaskan bahwa perusahaan akan memasuki penurunan ini karena pertumbuhan PDB yang kuat tidak lagi menghasilkan banyak pendapatan dan laba tambahan di tengah kenaikan harga dan tekanan pada pendapatan yang dapat dibelanjakan.

“Biaya pendanaan dalam lingkungan yang ‘jangka panjang lebih tinggi’ akan berdampak pada profitabilitas bersih di sektor padat modal,” jelas Xavier dalam keterangan resminya yang dikutip, Kamis (16/5/2024).

Ia melihat perusahaan-perusahaan di Indonesia tetap tertarik pada belanja perusahaan meski pertumbuhan pendapatan dan laba melambat. Dengan demikian, siklus belanja baru dimulai, terutama di sektor-sektor yang terkena risiko transisi dan deplesi.

Meski demikian, Kepala Pemeringkat PEFINDO Yogi Perdana menilai kondisi pinjaman korporasi lokal diperkirakan akan tetap stabil di tengah tantangan seperti pelemahan rupiah dan kenaikan suku bunga.

“Kebijakan ekonomi yang lebih jelas setelah penunjukan Prabowo sebagai presiden terpilih dan masa transisi pasca pemilu yang lancar akan menjamin stabilitas makroekonomi dan mendukung kondisi kredit bagi perusahaan lokal,” kata Yogi.

Dalam hal tren perbankan, direktur pemeringkatan lembaga keuangan S&P Global Ratings Ivan Tan mengatakan bank-bank di Indonesia telah menunjukkan pemulihan yang kuat dari pandemi dan kini menghasilkan profitabilitas yang kuat dengan tetap menjaga rasio kecukupan modal yang sehat.

Baca Juga  Rhoma Irama Hingga Ghea Youbi Ramaikan Rangkaian HUT RCTI ke-34 di Metropolitan Mall Cibubur

Namun, masih terdapat permasalahan kualitas aset yang kemungkinan akan menjadi perhatian utama dalam kondisi suku bunga yang lebih tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama.

Di sisi lain, perusahaan-perusahaan keuangan di Indonesia dihadapkan pada meningkatnya risiko dan tingkat volatilitas makroekonomi, dimana perusahaan-perusahaan tersebut harus menghadapi suku bunga yang lebih tinggi dan prospek pertumbuhan yang lebih rendah.

Namun, Kepala Pemeringkatan Sektor Keuangan PEFINDO Danan Dito mengatakan pemulihan penjualan mobil pascapandemi, kemauan bank untuk membiayai industri keuangan, dan margin yang relatif tinggi menjadi faktor pendukung kesehatan fundamental perusahaan keuangan secara global. Indonesia, sehingga rasio keuangan tetap terjaga.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel berikutnya

Perang Saham Goreng, Prabowo – Gibran Ingin Lakukan

(ay/ay)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *