Perusahaan Singapura menjadi investor pertama di Grand Batang City

Uncategorized29 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – PT Kawasan Industri Terpadu Batang (Grand Batang City) menerima investasi perdana dari investor pada tahun 2024. Sampoerna Kayoe, perusahaan wood pellet ternama yang berbasis di Singapura, telah menandatangani Perjanjian Penggunaan Lahan Industri (PPTI) dengan PT Kawasan. Industri Terpadu Batang pada hari Jumat tanggal 19 April 2024. Sampoerna Kayoe akan menempati lahan seluas 5,2 hektar dengan total nilai investasi US$25 juta.

Langkah Sampoerna Kayoe ini menunjukkan tekad kuat mereka untuk berkontribusi terhadap pembangunan industri Indonesia. Investasi ini tidak hanya membuka peluang baru bagi kemajuan perekonomian di Batanga, Jawa Tengah, namun juga membuktikan daya tarik dan potensi besar Kawasan Industri Terpadu Batanga.

Sampoerna Kayoe, bagian dari PT Sumber Graha Sejahtera, akan mengusung konsep “green product” dan “green process” yang diusung Sampoerna Kayoe sebagai daya tarik utamanya. Limbah kayu diolah menjadi wood pellet yang tidak hanya bermanfaat, namun juga ramah lingkungan. Inovasi ini sejalan dengan visi Grand Batang City untuk menciptakan kawasan industri berkelanjutan.

Wood pellet yang dihasilkan Sampoerna Kayoe nantinya akan digunakan sebagai bahan bakar pembangkit listrik tenaga biomassa (green power plant). Hal ini merupakan langkah nyata Sampoerna Cayoe untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan berkontribusi terhadap pengembangan sumber energi terbarukan.

Sampoerna Kayoe mempunyai ambisi besar yaitu memasuki pasar dunia dengan target 100% ekspor. Saat ini produknya telah menjangkau berbagai negara dimana produknya digunakan pada pembangkit listrik tenaga biomassa di Jepang.

Kini Sampoerna Kayoe mengambil langkah maju dengan berinvestasi di Kawasan Industri Terpadu Batang. Langkah strategis ini menandai era baru bagi Sampoerna Kayoe, di mana mereka siap memperluas pengaruhnya dan berkontribusi lebih besar bagi kemajuan industri nasional.

Baca Juga  Strategi bisnis asuransi dalam konteks gejolak perekonomian global

Pabrik Sampoerna Kayoe di Batang diperkirakan akan mempekerjakan 173 orang. Menariknya, 68% di antaranya akan direkrut dari tenaga kerja lokal. Hal ini tentunya menjadi kabar baik bagi masyarakat Batang yang akan mendapatkan kesempatan kerja dan meningkatkan taraf hidupnya.

Ngurah Wirawan, Presiden Direktur PT Kawasan Industri Terpadu Batang, mengatakan: “Kami sangat senang dengan keputusan Sampoerna Kayoe untuk berinvestasi di PT Kawasan Industri Terpadu Batang. Hal ini menunjukkan kepercayaan mereka terhadap potensi industri di wilayah kita dan akan memberikan dorongan yang signifikan terhadap Pembangunan Ekonomi Daerah.”

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Sampoerna Kayoe Yohanes Ibrahim Tiendana menambahkan: “Komitmen kami dalam berinvestasi di Indonesia tetap ada dan kami yakin kerja sama dengan PT Kawasan Industri Terpadu Batang akan membawa manfaat besar bagi kedua belah pihak. Kami berharap investasi ini dapat “menjadi langkah awal dalam memperkuat industri biomassa di Indonesia dan kontribusi kami dalam mendukung ketahanan energi berkelanjutan.”

[Gambas:Video CNBC]

Artikel selanjutnya

Menteri Bappenas menyebut RI masih membutuhkan Luhut, dan inilah alasannya

(ay/ay)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *