PGEO laporkan laba Rp 2,06 ribu, naik 19,7%

Uncategorized164 Dilihat

Jakarta, CNBC Indonesia – PT Pertamina Geotermal Energi Tbk. (PGEO) mencatatkan laba bersih kuartal III tahun ini mencapai US$133,4 juta atau Rp 2,06 triliun (kurs Rp 15.487 per 30 September 2023). Angka ini tumbuh 19,7% year-on-year dari US$111,4 juta.

Laba tersebut diraih karena pendapatan operasional yang meningkat dari US$287,4 juta menjadi US$308,9 juta atau Rp 4,7 triliun.

CFO PT Pertamina Geotermal Energy Tbk. Nelvin Aldriansya mengatakan, pencapaian tersebut menunjukkan PGE berhasil melakukan pengelolaan keuangan dengan baik.

Selain itu, PGE juga mampu meningkatkan kinerja operasional dan mencapai pertumbuhan berkelanjutan, ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (30/10).

Pada kuartal III 2023, PGE juga mencatatkan pendapatan dari kredit karbon sebesar US$732 ribu atau Rp 11,3 miliar, pendapatan pertama dari pertukaran karbon Indonesia.

Nelvin mengatakan pencapaian tersebut menempatkan PGE pada posisi finansial yang kuat untuk melanjutkan pertumbuhannya yang kuat. Hal ini terlihat dari levelnya rasio utang terhadap ekuitas (DER) kuat yakni sebesar 36,8%.

“Tingkat DER yang baik ini menjadi sinyal positif bagi kami untuk membuka peluang ekspansi bisnis melalui pembiayaan pihak ketiga,” ujarnya.

Dari sisi kekayaan bersih, perseroan menunjukkan tren peningkatan dari US$1,25 juta menjadi US$1,93 juta atau Rp 29,8 miliar dibandingkan 31 Desember 2022. hutang dan keuntungan.

Sementara itu, kewajiban perseroan turun dari $1,22 juta menjadi $960 ribu atau Rp 14,8 miliar, ”ujarnya.

Dari seluruh wilayah hingga kuartal III 2023, wilayah PGE Kamojang menghasilkan pendapatan tertinggi sebesar US$109,6 juta atau Rp 1,6 triliun. Berikutnya adalah zona PGE Ulubelu senilai US$86,1 juta atau Rp 1,3 triliun.

Pada kuartal III-2023, perseroan aktif menjalin kerja sama strategis dengan berbagai pihak.

Baca Juga  Menteri Pertanian Syahrul Yassin Limpo tercatat memiliki uang tunai Rp 6,1 miliar.

Kerjasama ini antara lain PT Jasa Daya Chevron (Chevron) mengembangkan Way Ratai, Africa Geothermal International Limited (AGIL) untuk mengembangkan potensi panas bumi di konsesi Longonot di Kenya dan Geothermal Development Company (GDC).

“Prestasi yang luar biasa ini tentunya akan menjadi semangat bagi kami untuk terus tumbuh dan berkembang dalam menyediakan energi bersih bagi masyarakat Indonesia,” tutupnya.

Sedangkan PGEO resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia pada 24 Februari 2023 dengan harga Rp 875. Dengan demikian, saham PGEO naik 54,86% ke Rp 1.355 pada penutupan perdagangan pekan lalu dibandingkan harga IPO. .

Sebagai informasi, harga tertinggi saham PGEO sejak IPO adalah Rp 1.605 pada 25 September 2023.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel berikutnya

Dengan 40% sumber daya panas bumi dunia, PGE yakin dapat mencapai tujuannya

(mx/mx)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *