Pimpinan Astra (ASII) memberikan penjelasan mengenai fluktuasi harga saham

Uncategorized51 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – PT Astra Internasional Tbk. (ASII) menyampaikan pandangannya terhadap fluktuasi harga saham yang cenderung menurun. Direktur Utama Astra Joni Bunarto Tjondro menjelaskan, harga saham dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari kondisi perekonomian global dan domestik, hingga faktor tertentu yang mempengaruhi emiten itu sendiri.

“Kami menyadari tekanan terhadap harga saham Astra tidak lepas dari sentimen perekonomian global dan domestik,” ujarnya dalam konferensi pers virtual, Selasa (30 April).

Jony mengatakan, dalam hal ini Astra sebagai perusahaan mobil melihat reaksi investor terhadap persaingan di sektor kendaraan listrik yang dianggap mengancam kelangsungan usaha.

“Kami melihat reaksi pasar yang didorong oleh persaingan di sektor otomotif, pesaing baru di bidang baterai EV, khususnya China dan Korea, yang dipandang sebagai ancaman terhadap posisi Astra,” ujarnya.

Joni menegaskan, pihaknya tidak sependapat dengan berbagai analisa yang jauh dari kata positif dan menimbulkan kekhawatiran pelaku pasar terhadap keberlanjutan bisnis Astra.

Joni memaparkan berbagai aspek mendasar yang dapat membuktikan bahwa Astra bisa kebal terhadap dinamika bisnis. Menurutnya, ASII memiliki portofolio bisnis yang beragam dan terdiversifikasi dengan baik serta telah terbukti ketahanannya terhadap berbagai tantangan dan krisis yang dihadapi.

“Portofolio bisnis Astra tercermin dari pertumbuhan yang stabil, dengan rata-rata pertumbuhan tahunan sebesar 9% selama lima tahun terakhir. Dibandingkan dengan PDB Indonesia 5 tahun, angka ini lebih rendah dari angka tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa kombinasi bisnis tumbuh lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional. perekonomian Indonesia,” jelasnya.

Selain itu, kinerja Astra didukung oleh fundamental yang kuat, manajemen yang baik, dan yang terpenting, neraca yang sehat. Apalagi jika melihat sektor otomotif secara lebih mikro dan seimbang, saat ini pangsa pasar produk Astra masih berada pada kisaran 55-56%.

Baca Juga  “Masyarakat” Rebut Tanah dari IKN, Ini Tanggapan Manajemen BCA

“Hal ini menunjukkan kuatnya ketahanan yang dimiliki produk Astra. Memang benar masyarakat Indonesia mulai merangkul kendaraan listrik. Tentu saja ini adalah tujuan kami. Kalau dilihat lebih seimbang, model hybrid masih mendominasi di antara semua kendaraan listrik,” ujarnya.

Berdasarkan data yang kami miliki sejak akhir tahun 2023 hingga tiga bulan pertama tahun ini, model hybrid masih menyumbang 75% dari total jumlah kendaraan listrik, lanjutnya.

Lebih lanjut Joni menjelaskan, Astra memiliki ekosistem yang kuat dan didukung oleh jaringan luas seluruh merek produk. Mulai dari produk-produk dari sektor otomotif sendiri hingga produk jasa keuangan dan produk pembiayaan konsumen kendaraan roda dua dan roda empat.

“Ini tidak lepas dari penjualan mobil. Harus ada kesinambungan penjualan, pembiayaan, layanan purna jual dan penjualan kembali, termasuk asuransi, ini ekosistem yang lengkap,” tutupnya.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel selanjutnya

Terus Naik, Bisakah IHSG Tutup 2023 di 7.300?

(fsd/fsd)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *