Pimpinan PP Muhammadiyah Tolak Penggabungan BTN Syariah & Muamalat

Uncategorized196 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – Ketua PT Muhammadiyah dan Wakil Ketua Umum MUI Anwar Abbas bereaksi terhadap rencana PT Bank Tabungan Syariah (Persero) Tbk. menggabungkan unit usaha syariah dengan PT Bank Muamalat Indonesia Tbk. atau BMI.

Pihaknya tidak setuju karena berharap BMI tetap dengan paradigma menjadi dari rakyat, dari rakyat, dengan rakyat dan untuk rakyat.

Oleh karena itu, gagasan penggabungan Bank Muamalat dengan BTN Syariah sebaiknya tidak dilanjutkan, ujarnya dalam keterangan yang diperoleh CNBC Indonesia, Jumat (19/1/2024).

Anwar menjelaskan, penolakan penggabungan Muamalat dan BTN Syariah didasarkan pada beberapa pertimbangan. Pertama, untuk melestarikan warisan para pendiri sebelumnya yang telah berupaya keras mendirikan bank ini.

Anwar menjelaskan, BMI didirikan oleh kalangan khususnya Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), NU dan Muhammadiyah, serta beberapa pengusaha muslim yang kemudian mendapat dukungan dari pemerintah Indonesia. Republik Indonesia.

Ide ini pertama kali muncul pada lokakarya MUI pada bulan Agustus 1990. Hasan Basri yang saat itu menjabat Ketua Umum MUI mengangkat topik tentang bunga bank dan permasalahan perbankan.

Ditegaskannya, meski pendirian Muamalat mendapat dukungan pemerintah, namun bank syariah pertama di Indonesia bukanlah bank milik negara atau bank milik pemerintah, melainkan bank swasta milik rakyat.

“Oleh karena itu, BMI merupakan bank syariah murni pertama yang didirikan pada tahun 1992, yang kisah kelahirannya berbeda dengan bank syariah lain yang terkait dengan bank tradisional,” ujarnya.

Lanjutnya, BMI sedang menghadapi permasalahan sehingga untuk memperkuatnya BMI mengundang investor asing dari Timur Tengah. Setelah sukses beroperasi, bank ini kembali bermasalah, sehingga akhirnya untuk menyelamatkannya, pemerintah meminta BPKH untuk berinvestasi.

Baca Juga  BI bergabung dengan The Fed dalam mempertahankan suku bunga acuan. Yakin rupee aman?

“Namun bukan berarti BMI menjadi bank negara, karena dana yang ditanamkan BPKH di BMI bukan dana pemerintah, melainkan dana milik rakyat,” tegasnya.

Kedua, partai juga ingin memastikan bahwa dalam persaingan dunia perbankan di negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam ini, tetap harus ada bank swasta milik masyarakat.

Untuk itu, dalam menyikapi persoalan BMI ke depan, kita berharap pendekatan yang dilakukan tidak hanya menggunakan kalkulasi ekonomi dan bisnis semata, namun juga harus bisa memperhatikan dan mendukung sejarah, lanjutnya.

Ia menambahkan, saat ini pihaknya tidak lagi memikirkan bagaimana cara merger dengan BTN Syariah atau bank lain, melainkan bersama-sama mendorong dan mengembangkannya. Langkah yang perlu dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut adalah bagaimana kita dapat menggerakkan elemen masyarakat untuk berpartisipasi bersama.

“Ada banyak organisasi akar rumput Islam di negeri ini, kita juga memiliki banyak masjid, sekolah, perguruan tinggi dan rumah sakit, serta usaha milik masyarakat yang dapat dimobilisasi untuk tujuan tersebut. Hal ini tentu akan mudah dilakukan karena dengan berlakunya BPKH berinvestasi pada BMI, walaupun hanya dana baru,” sekitar 1% dari total dana haji yang dikelolanya, kita lihat kepercayaan masyarakat terhadap BMI kini muncul. menjadi lebih kuat dan berkembang,” ujarnya.

Maka langkah yang sebaiknya dilakukan pemerintah bukanlah mencaplok BMI menjadi bank pemerintah namun bagaimana pemerintah bisa hadir agar BMI tetap eksis dan menjadi bank yang kuat dan baik milik masyarakat.

“Dengan demikian, ukuran keberhasilan pemerintah dalam mengatasi masalah BMI tidak dapat dilihat dan diukur bukan dari keberhasilan menjadikan Bank Muamalat sebagai bank milik negara, tetapi dari kemampuan pemerintah dalam menciptakan situasi dan kondisi yang mendukung. berdirinya BMI tetap menjadi bank masyarakat yang tangguh, maju, amanah dan patut dibanggakan,” tutupnya.

Baca Juga  Anda Harus Tahu Aturan Investasi Pertama Warren Buffett Agar Tidak Menjadi Miskin

[Gambas:Video CNBC]

Artikel selanjutnya

Inilah daftar bank syariah yang masuk radar BTN.

(mx/mx)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *