Portal Hotel Sultan dibongkar, manajemen GBK lapor ke Polda

Uncategorized171 Dilihat

Jakarta, CNBC Indonesia – Pusat Pengelolaan Kompleks Gelora Bung Karno (PPKGBK) angkat bicara terkait pembongkaran portal di Gerbang 5 yang merupakan pintu masuk kendaraan menuju Hotel Sultan oleh PT Indobuildco pada Kamis (26 Oktober).

Pengacara PPKGBK Saor Siagian akan melaporkan masalah tersebut ke Polda Metro Jaya Jakarta. Laporan tersebut berdasarkan dugaan tindak pidana pelanggaran Undang-Undang KUHP Nomor 1 Tahun 1946 Pasal 170 KUHP dan atau Pasal 406 KUHP yang dibacakan dengan Pasal 55 KUHP.

Menurut dia, perbuatan Indobuildco pada 26 Oktober pukul 15.00 WIB berstatus laporan dalam rangka penyidikan.

Deskripsi kejadian: Pelapor selaku Ketua Umum PPK GBK menjelaskan, sekitar pukul 15.00 WIB, korban mengetahui terlapor telah merusak portal, pondasi portal, dan plang milik PPK GBK, demikian bunyi laporan tersebut. diperoleh CNBC Indonesia. , Jumat (27.10).

Pihaknya merasa dirugikan dengan kejadian tersebut. Pelapor kemudian mendatangi SPKT Polda Metro Jaya untuk membuat laporan guna penyelidikan lebih lanjut.

Sebelumnya, PT Indobuildco selaku pengelola Hotel Sultan membongkar portal penutup pintu masuk Hotel Sultan dari Jalan Jenderal Sudirman. Portal tersebut dibuat oleh Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno (PPKGBK) pada Selasa (24/10) lalu.

Pengacara PT Indobuildco Yosef Benedictus Badeoda mengatakan, keberadaan portal yang dibuat PPKGBK mengganggu operasional dan aktivitas hotel, termasuk para tamu dan karyawan Hotel Sultan.

Portal tersebut dibangun oleh PPKGBK dan dalam proses pembangunannya per tanggal 24, kuasa hukum PT Indobuildco telah mengeluarkan surat teguran (surat) untuk dibongkar karena sangat mengganggu aktivitas masuk dan keluar, ujarnya dalam jumpa pers. di Hotel Sultan Jakarta pada Kamis (26 Oktober).

Yosef mengatakan pihaknya telah mengirimkan surat peringatan kepada PPKGBK yang berisi teguran untuk menghentikan pekerjaan pembangunan portal tersebut dalam waktu 1 x 24 jam.

Baca Juga  Berkomitmen pada ESG, BUMI berinvestasi hingga US$200 juta

“Pengacara PT Indobuildco memperingatkan PPKGB untuk menghentikan pekerjaan konstruksi dalam waktu 1 x 24 jam sejak pembukaan portal dan/atau membongkar portal yang sudah dibangun. Karena portal tersebut akan menghalangi tamu dan karyawan untuk masuk dan keluar hotel,” kata Yosef. .

Dia merinci alasan pembongkaran portal tersebut, antara lain karena lokasi pemasangan portal tersebut adalah tanah milik PT Indobuildco selaku resmi pengelola Hotel Sultan berdasarkan Hak Guna Bangunan (HGB) 26/27 Gelora dan bukan tanah tersebut. nomor HPL. 1/Percikan

“HPL Nomor 1/Daftar Tanah Gelora terbukti tidak memuat HGB 26/27,” ujarnya.

Membuat portal pemecah proses jatuh tempo karena tanah ini masih menunggu proses tuntutan hak atas tanah yang didaftarkan dalam perkara no. 667/Pdt.G/2023/PN. Jkt. Pst, di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

“Dalam hal ini, klien kami meminta Majelis Hakim untuk melarang para pihak melakukan tindakan yang merugikan pihak lain hingga perkara tersebut diputus,” kata Yosef.

Ia menegaskan, pembuatan portal tersebut mengganggu pekerjaan di pintu masuk dan keluar Hotel Sultan. Menurut dia, tindakan PPKGBK melanggar hak hidup, hak warga negara untuk berusaha, dan hak asasi manusia (PMR).

[Gambas:Video CNBC]

Artikel selanjutnya

Kronologi konflik Pontho Sutovo dengan pemerintah di Hotel Sultan

(mx/mx)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *