Risiko Lebih Tinggi: Akankah Asuransi Kendaraan Listrik Lebih Mahal?

Uncategorized82 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – Pemangku kepentingan saat ini sedang mengembangkan mekanisme asuransi khusus untuk kendaraan listrik (EV). Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) juga memperkirakan harga premi asuransi kendaraan listrik akan lebih tinggi.

Ketua AAUI Jenderal Budi Herawan mengatakan, premi asuransi kendaraan listrik bisa lebih mahal dibandingkan kendaraan berbahan bakar minyak (BBM) karena kerugian yang ditanggung perseroan secara keseluruhan lebih besar.

“Suku cadangnya lebih mahal. Jadi tidak sebanding dengan premi yang dibayarkan. Komponen yang paling mahal adalah aki. Komponen aki itu mendekati harga mobil itu sendiri. Nah, ada beberapa perusahaan asuransi yang terkena dampaknya,” kata Budi kepada wartawan. di Jakarta, Rabu (28 Februari 2024).

Namun, Budi belum bisa memprediksi harga premi asuransi kendaraan listrik karena pihaknya masih menunggu aturan teknis dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Namun, biayanya kemungkinan besar akan lebih tinggi.

“Nanti lebih tinggi ya dari biasanya. Prinsipnya ada perbedaan, termasuk dari segi franchisenya,” ujarnya.

Di sisi lain, Budi tidak memungkiri bahwa asuransi kendaraan listrik memiliki potensi. Pasalnya, produk kendaraan listrik semakin banyak dan produknya menguntungkan.

“Iya produknya untung. Produknya sudah banyak. Produknya sudah banyak. Pasokannya mulai bertambah. Tapi jumlah penduduknya belum sesuai harapan. Masih di bawah 10 ribu, 15 ribu kendaraan,” jelasnya.

Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) langsung menyempurnakan aturan asuransi kendaraan listrik (EV).

Direktur Eksekutif OJK, Penjaminan, dan Pengawasan Dana Pensiun (PPDP) Ogie Prastomijono menegaskan, saat ini belum ada aturan khusus terkait asuransi kendaraan listrik. Namun kini beberapa perusahaan asuransi telah meluncurkan produk asuransi khusus kendaraan listrik sehingga menambah fitur tambahan pada produk asuransi kendaraan reguler.

Baca Juga  Definisi Punya Pasangan yang Tepat, 7 Potret Indah Permatasari yang Makin Cantik dan Body Goals bak Masih ABG

Kedepannya OJK akan mengkaji dan memfinalisasi SEOJK 06/2017 dengan mempertimbangkan risiko khusus yang ditimbulkan oleh kendaraan listrik, kata Ogie dalam keterangan tertulisnya yang dikutip, Kamis (22/02/2024).

Risiko yang dipertimbangkan antara lain, namun tidak terbatas pada, risiko tegangan tinggi, risiko kecelakaan akibat berkurangnya kebisingan pada kendaraan listrik, dan risiko kegagalan sistem pada kendaraan listrik.

Penerapan tarif produk asuransi kendaraan listrik saat ini masih mengacu pada SEOJK 06/2017 tentang penetapan tarif kendaraan dan aktivitas properti, jelas Augie.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel selanjutnya

Strategi bisnis asuransi dalam konteks gejolak perekonomian global

(fsd/fsd)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *