Rupee Masih Lemah, Implikasinya Menunggu Penurunan Suku Bunga The Fed?

Uncategorized35 Dilihat

Jakarta, CNBC Indonesia- Tren pelemahan rupee terus berlanjut. Pada sesi pertama perdagangan Jumat (26 Januari), rupiah diperdagangkan pada Rp 15.815 per dolar AS.

Treasury Head PT Bank Commonwealth Yuriadi Sulastomo menilai tren koreksi rupee masih cukup terbuka dan masih dipengaruhi faktor eksternal terkait keyakinan terhadap penurunan suku bunga acuan The Fed.

Penurunan suku bunga dana federal diharapkan terjadi pada awal kuartal kedua tahun 2024, sekitar bulan April 2024, untuk memastikan sentimen pasar yang positif. Namun bagi Bank Indonesia, kebijakan suku bunga BI masih banyak dipengaruhi oleh nilai tukar rupiah dengan tetap fokus pada kebijakan moneter The Fed.

Bagaimana pasar menilai arah kebijakan suku bunga bank sentral? Apa dampaknya terhadap pergerakan rupee? Selengkapnya simak percakapan Anneke Wijaya dengan Head of Treasury PT Bank Commonwealth Yuriadi Sulastomo di Power Lunch,CNBCIndonesia (Jumat, 26/01/2024)

Saksikan liputan langsung program TV CNBC Indonesia lainnya di sini.


Quoted From Many Source

Baca Juga  Harta kekayaan Firli Bahuri meningkat drastis sejak ia mengambil alih kepemimpinan KPK.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *