Rupee melemah, simpanan valuta asing tergerus

Uncategorized59 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – Bank Indonesia mencatat pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) hingga Februari 2024 naik 5,4% year-on-year (y-o-y) menjadi Rp 8,193 triliun, melambat dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 5,8% secara tahunan.

Rinciannya, tabungan dalam mata uang rupee tumbuh sebesar 5,4% year-on-year. Nilai tukar tersebut melambat 10 basis poin (bps) dari bulan sebelumnya.

Sementara itu, tabungan mata uang asing melambat secara signifikan pada periode yang sama, dari 7,4% menjadi 5,2% YoY.

Tercatat simpanan dalam mata uang asing terus mengalami tren penurunan. Pada bulan Januari 2024, kepemilikan mata uang asing turun sebesar 3,4% tahun-ke-tahun, dan pada bulan Februari 2024, kepemilikan mata uang asing turun lebih jauh sebesar 3,7% tahun-ke-tahun.

Sementara itu, deposito berjangka dan deposito turun menjadi -0,8% year-on-year. Simpanan pada bulan pertama tahun ini masih naik 1% dibandingkan tahun lalu.

Sebelumnya, Ketua Dewan Komisioner LPS Purbhaya Yudhi Sadeva mengatakan, hal ini terjadi karena masyarakat kelas menengah memanfaatkannya. “Kalau rupee melemah, itu karena mahal. [dolar] dia mendapat untung. Tabungan kelas menengah paling banyak Rp 100 juta hingga Rp 200 juta dan Rp 500 juta hingga Rp 1 miliar, ujarnya dalam temu media di Jakarta, dikutip Selasa (26 Maret 2024).

Pada periode yang sama, laju pertumbuhan DPK korporasi valas juga melambat. Per Januari 2024, nilai tukar DPC korporasi naik 5% year-on-year, sedangkan bulan berikutnya hanya 1,6% year-on-year. “Mereka kemungkinan besar menggunakan dana tersebut untuk bisnis, sehingga simpanan dalam mata uang asing melambat,” katanya.

Meski demikian, masih terdapat ruang pertumbuhan DPK valas seiring masuknya dana asing ke Indonesia.

Baca Juga  Gara-gara Keinginan terafiliasi dengan grup Emtek, saham CASS merugi lebih dari 18%

Purbhai memperkirakan nilai tukar rupee ke depan akan kembali normal seiring dengan menguatnya perekonomian dalam negeri.

“Dari apa yang saya lihat, pemilu sudah selesai. Arah masa depan harus lebih stabil. Ketika perekonomian sudah stabil maka akan ada dana-dana baru yang masuk, sehingga rupee cenderung menguat dan simpanan valuta asing kembali naik ke level normal.” ,” Dia berkata.

Sebagai informasi: Pada 25 Januari 2024, rupiah mencapai level terendah tahun ini di Rp 15.826 per dolar AS. Saat ini rupiah masih dalam tren pelemahan, dimulai dengan koreksi 0,04% di Rp 15.800 per dolar AS.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel selanjutnya

Demikian prakiraan pertumbuhan kredit PPK pada tahun politik

(mx/mx)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *