Saat anak Haji Isam berusia 20 tahun, harta senilai Rp 4,55 triliun hilang.

Uncategorized171 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – Harta kekayaan dua anak pengusaha yang terlibat dalam produksi kelapa sawit. super kaya Kalimantan Samsudin Andi Arsiad alias Haji Isam kehilangan Rp 4,55 triliun dalam waktu kurang dari setahun dan saat ini kekayaannya Rp 1,98 triliun.

Aset tersebut terkait dengan saham emiten sawit Pradik Gunatama (PGUN).

Hilangnya aset Liana Saputri dan Joni Saputra disebabkan lesunya kinerja emiten dan penjualan saham milik keduanya.

Saham PGUN saat ini tercatat di harga Rp 452 per saham dengan kapitalisasi Rp 2,59 triliun. Harga tersebut turun 67% dari tertingginya Rp 1.350 per saham di valuasi Rp 7,74 triliun.

Perkiraan tertinggi pada awal Januari menyebutkan kekayaan gabungan kedua perusahaan sebesar Rp6,53 triliun atau masing-masing Rp3,26 triliun. Harta tersebut merupakan milik anak Haji Isam melalui kepemilikan tidak langsung pada PGUN yang secara keseluruhan berjumlah 84,32%.

Dua perusahaan pengendali PGUN milik anak Haji Isam ini adalah PT Citra Agro Raya (CAR) dan PT Araya Agro Lestari (AAL).

Saat ini, kepemilikan mereka pada aset tersebut menurun tajam dan merugi Rp 1,98 triliun atau Rp 4,55 triliun dalam waktu kurang dari setahun.

Sebelumnya, dua perusahaan milik Liana dan Joni tercatat mengurangi kepemilikannya di PGUN yang kini tersisa 76,69% ​​atau masing-masing sekitar 38%. Pada 20 Maret 2023, CAR dan AAL menjual 4,4 miliar saham kepada PT Baramega Citra Mulia Persada dengan total dana baru Rp 352 miliar.

Meski harga sahamnya anjlok tajam sejak awal tahun ini, namun saham PGUN masih menguat 293% dari harga penawaran umum perdana 3 tahun lalu.

Baca Juga  Sebut Bank Mumalat Sakit, DPR tegaskan merger dengan BTN Syariah

Liana dan Joni tercatat sebagai pemegang saham langsung terbesar saat perseroan melakukan penawaran umum perdana. Sebelum IPO, kepemilikan perusahaan-perusahaan tersebut hampir seimbang, dengan Liana tercatat sebagai pengendali dan juga saat ini menjabat sebagai Komisaris Utama PGUN.

Liana yang saat IPO PGUN tahun 2020 lalu berusia 22 tahun, lulus dengan gelar sarjana manajemen bisnis dan kepemimpinan dari Santa Monica College, Los Angeles, pada tahun 2018.

Sedangkan Joni, yang saat IPO JARR tahun lalu berusia 19 tahun, diketahui lulusan SMA Al-Azhar Jakarta Pusat, Jakarta Selatan pada 2018. Beliau juga menduduki posisi strategis di berbagai perusahaan lain di Grup Jhonlin milik Haji Isam.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel selanjutnya

Haji Isam pernah menjadi tukang ojek dan menjadi kaya raya.

(fsd/fsd)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *