Saham BREN kembali menyentuh ARA, masuk sepuluh besar emiten terbesar di bursa

Uncategorized155 Dilihat

Jakarta, CNBC Indonesia – Emiten energi baru terbarukan (EBT) milik konglomerat Prajogo Pangestu yakni PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) terlihat kembali tergerak. penolakan otomatis lebih tinggi (ARA) pada awal perdagangan sesi I Rabu (10/11/2023), sehingga selama tiga hari berturut-turut saham BREN menyentuh ARA.

Saham BREN menguat 24,69% ke Rp 1.515 per saham sejak pembukaan sesi perdagangan hari ini. Saham BREN pun kembali menyentuh ARA pada hari ketiga perdagangan. Namun sejak tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) Senin lalu, saham BREN sudah tiga kali dicetak ARA.

Pada awal perdagangan hari ini, saham BREN diperdagangkan sebanyak 3.524 kali dengan volume 34,86 juta lembar saham dan nilai transaksi mencapai Rp 52,81 miliar.

Kapitalisasi pasar mencapai Rp 202,69 triliun. Saham BREN dengan kapitalisasi pasar di atas Rp 200 triliun kini masuk 10 besar saham dengan kapitalisasi pasar terbesar di BEI, tepatnya di peringkat 10.

Sampai 09:25 VIB, dalam pesanan pembelian atau pembelian, Dengan harga batas atas Rp 1.515 per saham, Rp 4,5 juta atau sekitar Rp 686 miliar sudah masuk antrian.

Sementara itu, belum ada antrian penawaran atau penjualan yang menandakan saham BREN sudah menyentuh ARA.

Saham BREN resmi dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin awal pekan ini. BREN menawarkan 4.015.000.000 saham baru atau 3% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah penawaran umum perdana dengan harga penawaran Rp780 per saham dan total harga penawaran umum Rp3.131.700.000.000.

Penggunaan dana IPO setelah dikurangi biaya-biaya akan digunakan untuk melunasi sebagian utang Properti B kepada Bangkok Bank Public Company Limited sebanyak-banyaknya US$158.588.321.

Baca Juga  BI mengubah arah politik: dunia berubah dengan sangat cepat!

Selain itu, IPO BREN juga bertujuan untuk memenuhi kewajiban pembayaran kepada Star Energi Oil & Gas Pte. LLC tentang penunjukan Star sebagai pemegang saham ACEHI. Rincian pembayaran ke SEOG sebesar US$66,50 juta dan ke Perusahaan sebesar US$6 juta.

Biaya yang dibayarkan kepada Perusahaan Bintang akan digunakan untuk membayar gaji, biaya layanan, dan sewa.

Sekadar informasi, pemilik BREN adalah BRPT dengan kepemilikan saham 66,67%. Sisanya, Green Energy Era memegang 24,33%, Jupiter Tiger Holding 4,5%, dan Prime Hill Fund 4,5%.

Pasca IPO, kepemilikan BRPT di BREN akan terdilusi menjadi 64,43%, Green Energy menjadi 23,52%, Jupiter Tiger dan Prime Hill Fund menjadi 4,35%, serta saham pemegang saham menjadi 3,35%.

RISET CNBC INDONESIA

[email protected]

Penolakan tanggung jawab: Artikel ini merupakan produk jurnalistik berdasarkan pandangan Riset CNBC Indonesia. Analisis ini tidak dimaksudkan untuk mendorong pembaca membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada di tangan pembaca dan kami tidak bertanggung jawab atas segala kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan ini.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel selanjutnya

Valuasi Super Mahal: Apakah IPO Bren Layak Dikoleksi?

(bhd/bhd)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *