Selamat berakhir pekan! Rupiah Perkasa, Dolar Jatuh ke Rp 16.080

Uncategorized41 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – Pada Jumat (5 Maret 2024), rupiah kembali ditutup menguat pada perdagangan akhir pekan ini dengan rupiah mendekati level psikologis Rp 15.900 per dolar AS.

Laporan dari Refinitif Pada pukul 15.00 WIB, rupiah menguat 0,62% di Rp16.080 per dolar AS, melanjutkan penguatan sejak Kamis lalu. Alhasil, rupee menguat selama dua hari berturut-turut.

Sepekan ini rupee menguat 0,15%. Namun penguatan rupee pada pekan ini cenderung menurun, dimana pada pekan lalu rupee berhasil menguat sebesar 0,28%.

Rupee kembali menguat hari ini di tengah penurunan indeks dolar AS (DXY). Hingga pukul 15.03 WIB, indeks dolar WIB melemah tipis 0,04% ke level 105,253.

Rupee kembali menguat setelah bank sentral Amerika Serikat (Federal Reserve/FRS) memutuskan untuk kembali mempertahankan suku bunga pada level 5,25-5,5% pada Kamis (5 Februari 2024) dini hari waktu Indonesia.

The Fed juga menegaskan tidak akan ada kenaikan suku bunga pada tahun ini. Namun, mereka juga menyebut belum ada kemajuan signifikan dalam penurunan inflasi sehingga mereka akan menunggu lebih banyak data pendukung sebelum memangkas suku bunga acuan.

Ketua Fed Jerome Powell mengatakan dia tidak berencana menaikkan suku bunga tahun ini. Pernyataan ini menghapus ekspektasi sebagian pelaku pasar yang awalnya melihat kemungkinan The Fed kembali menaikkan suku bunga.

“Saya percaya bahwa menaikkan suku bunga tidak mungkin dilakukan dalam kebijakan di masa depan. Saya tekankan bahwa hal itu tidak mungkin dilakukan,” kata Powell.

Optimisme Powell untuk tidak menaikkan suku bunga menjadi angin segar bagi pasar keuangan global, termasuk mata uang Garuda, hingga akhirnya DXY melemah dan rupee menguat.

Baca Juga  Aldo Sapulette Cerita Kedekatan dengan Pevita Pearce, Sempat Akting Bareng di Film 'SRI ASIH'

Sementara itu, dari sisi domestik, pergerakan pasar keuangan domestik dipengaruhi oleh angka inflasi Indonesia yang masih berada di bawah ekspektasi. Meski demikian, indikator inflasi tetap stabil dan terkendali.

Badan Pusat Statistik (CSTA) mencatat inflasi pada April 2024 sebesar 0,25% secara bulanan(dari bulan ke bulan/mtm). Pada saat yang sama, inflasi tahunan mencapai 3,0% (tahun demi tahun/y/y) dan berdasarkan tahun kalender – 1,19% (YTD). Laju inflasi bulanan pada bulan April lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya dan dari posisi April 2023.

Sementara itu, konsensus pasar telah tercapai CNBC Indonesia 10 lembaga memperkirakan inflasi April 2024 mencapai 0,33% year-on-month (mtm).

Hasil survei juga menunjukkan inflasi (disetahunkan) pada bulan April sebesar 3,08%. Angka ini lebih tinggi dibandingkan Maret 2024.

Sebagai referensi, inflasi Maret 2024 tercatat sebesar 3,05% (y/y) dan 0,52% (mtm), sedangkan inflasi inti mencapai 1,77% (y/y).

Pelaku pasar juga harus mewaspadai kuatnya tekanan jual asing, terutama menyusul keputusan bank sentral AS atau Federal Reserve yang mempertahankan suku bunga tetap tinggi.

RISET CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]

Artikel selanjutnya

Rupiah melemah saat sidang gugatan pemilu presiden, dolar hampir 15.900 rupiah!

(bhd/bhd)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *