Sepanjang tahun, biaya pinjaman GoTo Financial telah meningkat lebih dari 3 kali lipat

Uncategorized65 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia Buka Indikator keuangan, unit bisnis teknologi keuangan (fintech) GOTO juga mencatatkan hasil positif. Pencapaian tersebut terungkap saat PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) merilis hasil keuangan kuartal I 2024.

Berdasarkan keterangan resmi GOTO, Senin (29 April), GOTO mencatatkan rugi bersih yang diatribusikan kepada induk usaha sebesar Rp 861,91 miliar pada 3 bulan pertama tahun ini atau kuartal I 2024, turun 78% dibandingkan kuartal I tahun 2024. Pada tahun 2023, kerugian sebesar Rp 3,86 triliun.

Penurunan kerugian tersebut sejalan dengan laba bersih GOTO secara keseluruhan yang naik 22% menjadi Rp4,08 triliun dibandingkan laba bersih GOTO Q1 2023 sebesar Rp3,33 triliun.

Terkait segmen fintech melalui GTF, GOTO juga membeberkan beberapa indikator yang menunjukkan dinamika positif segmen ini. Pertama, suku bunga pinjaman untuk bisnis pinjaman konsumen GoTo yang mencakup produk beli sekarang, bayar nanti (BNPL) dan pinjaman tunai tumbuh sebesar 43% quarter-on-quarter (QoQ) dan lebih dari tiga kali lipat year-on-year mencapai Rp 2,7 triliun pada kuartal pertama tahun 2024.

Pertumbuhan tersebut dibarengi dengan tingkat kredit bermasalah (NPL) yang sama dibandingkan triwulan sebelumnya. Dari jumlah pinjaman tersebut, Bank Jago telah menyalurkan sekitar 75% pinjaman yang berkomitmen kepada GoTo pada kuartal I 2024, naik dari 70% pada kuartal sebelumnya. Kedua perusahaan akan terus berkolaborasi untuk meningkatkan penerbitan pinjaman sepanjang tahun 2024.

Kedua, pendapatan kotor GTF tumbuh 57% YoY pada kuartal I 2024 mencapai Rp 666 miliar. Hal ini didorong oleh pertumbuhan bisnis pembayaran konsumen dan pinjaman.

Ketiga, core GTV segmen fintech ini mencapai Rp 48,4 triliun pada kuartal I 2024, meningkat 40% year-on-year. Sedangkan total fintech GTV pada kuartal ini sebesar Rp 111,0 triliun, meningkat 21% year-on-year.

Baca Juga  GOTO Gagal Lagi Karena Rumor TikTok Dekati Tokopedia?

Menurut manajemen GOTO, segmen teknologi keuangan mencatat pertumbuhan pendapatan yang kuat yang didorong oleh bisnis pembayaran konsumen dan pinjaman. Perusahaan terus meningkatkan investasi dalam bisnis fintech dan mempercepat integrasi produk fintech dengan TikTok dan Tokopedia.

“Segmen fintech berada di jalur yang tepat untuk mencapai EBITDA positif yang disesuaikan pada akhir tahun 2025, tergantung pada kondisi makroekonomi yang stabil,” tulis manajemen GOTO.

Keempat, biaya tunai operasional tetap GTF turun 18% YoY pada kuartal pertama tahun 2024. Pengeluaran ini diperkirakan akan berfluktuasi seiring dengan investasi lebih lanjut yang dilakukan Perusahaan untuk mendorong pertumbuhan.

Kelima, kerugian EBITDA segmen yang disesuaikan. fintech turun 52% YoY menjadi -Rs 248 miliar atau -0,2% di segmen GTV.

Keenam, produk BNPL. Menurut manajemen GOTO, integrasi dengan TikTok terus mengalami kemajuan setelah perubahan yang dilakukan GoTo pada produk BNPL pada Januari 2024 menghasilkan tingkat penetrasi yang lebih tinggi di platform Tokopedia. GoTo mencatat pertumbuhan yang baik pada Maret 2024, dengan suku bunga pinjaman naik hampir 60% dibandingkan bulan sebelumnya.

GoTo juga telah bermitra dengan TikTok untuk memudahkan pengguna menghubungkan akun GoPay ke Toko | Tokopedia”, yang akan selesai pada pertengahan Maret 2024. Kedua belah pihak juga bersama-sama mengembangkan produk BNPL dengan tujuan meluncurkan produk tersebut di toko | Tokopedia dalam beberapa bulan ke depan. Sebagai informasi, hingga akhir Maret 2024, aplikasi GoPay telah diunduh lebih dari 20 juta kali.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel berikutnya

Video: GOTO Lakukan Paparan Publik, Mengapa Saham Perusahaan Turun?

(ra/ra)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *