Soal dividen besar, begini prospek saham BNI

Uncategorized38 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – Pasca pengumuman dividen, harga saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) meningkat. Prospek saham BBNI diperkirakan tetap cerah seiring pengumuman laba bersih perseroan.

Pada tanggal 4 Maret 2024, BBNI mengadakan rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) dan memutuskan untuk membagikan 50% laba bersih sebagai dividen kepada pemegang saham. Nilai dividen yang dibagikan setara Rp 10,45 triliun atau Rp 280,49 per saham.

Keputusan tersebut sejalan dengan ekspektasi pasar: Mirae Asset Sekuritas sebelumnya memperkirakan rasio pembayaran dividen sebesar 50%, sedangkan Panin Sekuritas secara konservatif memperkirakan rasio pembayaran dividen sebesar 40-50%.

Dengan harga penutupan 4 Maret 2024 Rp 5.875, imbal hasil dividen yang ditawarkan saham BBNI mencapai 4,77% dan merupakan salah satu yang tertinggi dibandingkan bank besar lainnya.

Pembagian dividen juga berdampak positif bagi saham BBNI. Pergerakan saham BBNI selalu berakhir di zona hijau dengan kenaikan keseluruhan hingga 1,2% dari harga penutupan RUPS.

Menyusul keberhasilan peningkatan laba bersih sebesar 14,2% pada tahun 2023 dan keputusan pembagian dividen sebesar 50% dari laba bersih, BBNI pun berharap hasil tahun ini tetap positif. Manajemen memproyeksikan pertumbuhan penyaluran kredit mencapai 9-11% pada tahun 2024, dengan margin bunga bersih (NIM) minimal 4,5% dan biaya kredit kurang dari 1,4%.

Analis Bloomberg memperkirakan BBNI akan membukukan laba bersih sebesar Rp 23,7 triliun pada tahun 2024, menunjukkan pertumbuhan laba bersih sebesar 13,4% year-on-year. Analis tetap menyetujui rekomendasi Beli saham BBNI dengan target harga minimal Rp 6.500.

Untuk jangka panjang, BBNI juga memproyeksikan return on equity (ROAE) perseroan mencapai 20% pada tahun 2028. Sekadar informasi, rasio return on equity BBNI akan mencapai 15% pada tahun 2023 dan melampaui angka sebelum pandemi sebesar 14% pada tahun 2019.

Baca Juga  UMSU Lepas 378 Mahasiswa PMM dan KM 2023

Analis Panin Sekuritas Sarkia memperkirakan dengan laba bersih yang diperkirakan masih tumbuh dua digit dan ditambah dengan peningkatan rasio dividen, hal ini dapat mendorong BBNI untuk memenuhi target ROAE.

Artinya, mendorong pertumbuhan pendapatan dan meningkatkan pembayaran dapat menjadi strategi yang efektif untuk mencapai tujuan tersebut, kata Analis Panin Sekuritas Sarkia.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel selanjutnya

Video: Laba BBNI 9 Bulan 2023 Capai Rp 15,75 Triliun, Naik 15%

(ay/ay)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *