Strategi bisnis digital mendukung pertumbuhan Bank Raya

Uncategorized114 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) mengungkapkan strategi pengembangan bisnis yang diterapkan sepanjang tahun 2023 melalui serangkaian inisiatif dan inovasi. Hal ini untuk mendukung bisnis digital yang berkelanjutan.

Pada semester I tahun 2023, Bank Raya terus mengoptimalkan potensi interaksi dengan ekosistem PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) melalui channel BRI seperti tarik tunai dan setor tunai di ATM BRI dan agen BRILink. Bahkan, Bank Raya semakin memperluas jangkauan layanannya, termasuk melalui kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan dan Asosiasi Pengelola Pasar Indonesia (Asparindo) untuk melayani UMKM..

Selain itu, untuk memperluas jangkauan Bank Raya kepada masyarakat, Bank Raya membuka kantor pemerintah di Denpasar, Palembang, dan Yogyakarta pada semester II tahun 2023. Perusahaan juga memudahkan dunia usaha dan masyarakat dalam mengelola bisnisnya secara efektif. meluncurkan Kantong Bisnis terintegrasi dengan aplikasi Bank Raya.

Direktur Utama Bank Raya Ida Bagus Ketut Subagia katakanlah ddengan jangkauan layanan yang semakin komprehensif, Bank of Paradise menguat penentuan posisi sebagai bank digital bagian dari grup BRI Dengan memperkenalkan logo baru pada November 2023. Pertumbuhan bisnis digital pada tahun 2023 tentunya didukung oleh komitmen dan strategi Bank Raya dalam memperluas pasar potensial dengan menjadi mitra pembangunan, ujarnya. Untuk pengusaha. Juga sahabat finansial melalui pengembangan produk dan layanan yang mampu memenuhi kebutuhan nasabah secara komprehensif.

“Sinergi kami dalam ekosistem BRI Group yang semakin kuat juga menjadi keunggulan kami dalam persaingan industri perbankan digital. Bank Raya akan terus beradaptasi dan berinovasi secara taktis untuk mendorong pertumbuhan perusahaan dan strategi bisnis jangka panjang.ujarnya, mengutip keterangan tertulisnya, Rabu (29/11/2023).

Dia menjelaskannya padamuUntuk mencapai pertumbuhan bisnis jangka panjang, perseroan fokus pada lima strategi inti pengembangan bisnis digital, yaitu kekuatan Bank Raya sebagai bank digital dengan jaringan online-to-offline (O2O) terluas di Indonesia.A. Jadi SAYAInovasi berkelanjutan dan produk digital Bank Raya yang end-to-end (produk digital lintas segmen) yang memungkinkan Bank Raya mengembangkan bisnisnya melalui kemitraan dan keterlibatan end-user melalui ekosistem BRI dan ekosistem digital lainnya..

Kemudian HAIoptimalisasi produk dan ekosistem yang ada melalui perluasan bisnis keagenan BRI Group dan bisnis keagenan lainnya, badan usaha mikro, dan pekerja mikro lainnya. Selain riset untuk memperluas potensi pasar bisnis digital, yaNergi BRI Group sebagai digital disruptor untuk melayani pasar UMKM dengan produk dan layanan perbankan digital yang lebih kecil, lebih singkat, cepat dan mudah diakses oleh nasabah. Jangan lewatkan ini juga Kekomitmen terhadap perbaikan berkelanjutan atas pendukung bisnis di bidang teknologi, sumber daya manusia, dan manajemen risiko untuk mendukung pertumbuhan bisnis berkelanjutan dan meningkatkan kepuasan pelanggan..

Baca Juga  Menjelang hari raya banyak masyarakat yang menggunakan pinjol, demikian pesan OJK

“Sebagai bank digital, mendukung percepatan inklusi keuangan di Indonesia adalah bagian dari ambisi kami. Dengan jaringan O2O lebih dari 750 ribu titik akses yang tersebar di seluruh Indonesia, kekuatan sinergi ekosistem BRI Group yang didukung oleh produk digital Bank Raya yang praktis dan komprehensif memungkinkan kami mendorong penetrasi inklusi keuangan digital secara luas di Indonesia.,Tegas Oke.

Hal ini tercermin dari pertumbuhan nilai transaksi tabungan digital yang mencapai 163% (dibandingkan tahun sebelumnya), sehingga tercatat sebesar Rp2,3 pada Oktober 2023.Ttriliun. Total transaksi Aplikasi Raya juga meningkat sebesar 192% (dibandingkan periode yang sama tahun lalu), dengan tercatat 1,4 juta transaksi pada Oktober 2023. Sementara itu denganSaat ini terdapat 784 ribu pengguna tabungan digital Bank Raya dengan saldo rata-rata Rp 1,3 juta.

Sedangkan dari sisi pinjaman digital, Bank of Paradise bermacam-macam produk digital yang dapat memenuhi kebutuhan pelanggan. Dimana halProduk kredit end-user digital terintegrasi yaitu Pinang Flexi dan Pinang Dana Talangan mengalami pertumbuhan signifikan.

Pinang Flexi yang menyasar nasabah payroll BRI Group tumbuh 151,3% year-on-year. Sedangkan Penang Relief Fund yang memberikan kemudahan kepada agen BRI BRI Link tumbuh sebesar 47,2% (year-on-year).

Terus AndaMelakukan digitalisasi distribusi produk melalui platform Customer Relationship Management yaitu Pinang Maksima dan Pinang Performa. Juga menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Pinang Maxima tumbuh 161,3% (YoY). Sedangkan Pinang Performa tumbuh 133,4% (YoY).

Untuk mendukung komitmennya dalam meningkatkan kepuasan nasabah, Bank Raya juga terus meningkatkan business Enablernya dengan memperkuat aspek teknologi, sumber daya manusia, dan manajemen risiko.“, Bagus menjelaskan.

Kapabilitas digital Bank Raya terus ditingkatkan melalui teknologi big data dan layanan TI., serta contact center Sapa Raya dengan waktu respons berkualitas tinggi. Bank of Paradise juga tidak melakukan hal ini.transformasi budaya Dan orang-orang berbakat dengan pemikiran dan kemampuan digital.

Baca Juga  Semen Indonesia meraup keuntungan dan menyuplai hampir 80% proyek IKN

Terus AndaUntuk terus memperkuat manajemen risiko, Bank Raya telah mengembangkan credit scoring otomatis menggunakan machine learning untuk menjaga kualitas pinjaman. Dan juga pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan untuk mengembangkan sistem deteksi penipuan (FDS).

Lebih-lebih lagi, Sepanjang tahun 2023, Bank of Paradise secara konsisten menunjukkan hasil keuangan positif dari bulan ke bulan. Hal ini terlihat dari angka laba bersih Bank Raya pada Oktober 2023 yang mencatatkan pertumbuhan pesat sebesar Rp18 miliar atau naik laba sebesar 118% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Hingga akhir Oktober 2023, Bank Raya telah menyalurkan kredit sebesar Rp8,9 triliun, meningkat 134% dari Oktober 2022 yang tercatat sebesar Rp3,8 triliun. Hal ini juga berkontribusi terhadap pertumbuhan signifikan pinjaman digital Bank Raya pada Oktober 2023 sebesar 49% (dibandingkan tahun sebelumnya), mencapai lebih dari Rp 1 triliun.

Pencapaian serupa juga terlihat pada tabungan digital Bank Raya yang tumbuh sebesar 94% (year-on-year) pada Oktober 2023 mencapai kurang lebih Rp1 triliun.

Beberapa indikator utama di Bank Raya juga membaik meski suku bunga mengalami kenaikan. Tren penurunan rasio BOPO terjadi sepanjang tahun 2023, sehingga pada Oktober 2023 tercatat sebesar 86,1%.

Hal yang sama berlaku untuk rasio CIR., dimana trennya akan menurun sepanjang tahun 2023, sehingga pada bulan Oktober 2023 tercatat sebesar 73,9%. Sementara PPerusahaan telah menjaga permodalan dan likuiditas, dibuktikan dengan CAR yang kuat sebesar 48% pada Oktober 2023. Hal ini juga mencakup peningkatan CASA menjadi 28,9% dan LDR yang stabil sebesar 78,6%.

“KE deSecara keseluruhan, kami akan terus berupaya untuk melanjutkan tren positif ini melalui pertumbuhan bisnis digital yang berkualitas, menginternalisasikan seluruh komitmen strategi bisnis kami di setiap lini bisnis inti dan terus mempercepat langkah kami menuju pencapaian profitabilitas jangka panjang. Ppanjang“,” Ttutup Oke.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel berikutnya

Ketika persaingan semakin ketat, apakah konsolidasi akan menjadi solusi perbankan digital?

(bulbul)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *