Timeline Kasus Korupsi Tuspen, Dirut Dicopot, Istri Diinterogasi

Uncategorized51 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – PT Taspen (Persero) telah menimbulkan kerugian negara akibat dugaan kasus korupsi yang diperkirakan merugikan negara ratusan miliar rupee. Hal ini diungkapkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menyebut negara dirugikan akibat kasus korupsi di Tanah Air.

Terkait dampak kasus ini, Menteri BUMN Eric Thohir memecat Direktur Utama Taspen ANS Kosasih.

Sementara itu, Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan, penyidikan kasus tersebut bermula dari laporan masyarakat. Komisi Pemberantasan Korupsi (CEP) menduga korupsi dalam kasus ini merupakan kegiatan investasi fiktif yang dilakukan PT Taspen pada TA 2019 dengan melibatkan perusahaan lain.

“Ada dugaan kerugian pemerintah akibat pengadaan ini mencapai ratusan miliar rupee, dan saat ini sedang dilakukan proses penghitungan kerugian sebenarnya,” ujarnya.

KPK kini telah menetapkan para tersangka dan melakukan penggeledahan selama dua hari, yakni Kamis (3/7/2024) dan Jumat (3/8/2024).

Tim penyidik ​​telah menyelesaikan penggeledahan di 7 lokasi berbeda di wilayah DKI Jakarta, kata Ali, Jumat (3/8/2024).

Dalam penggeledahan Kamis kemarin, penyidik ​​mendatangi lima lokasi. Diantaranya, dua hunian di Chipinang Besar Selatan, Jatinegara, Jakarta Timur, 1 hunian di Menteng, Jakarta Pusat, 1 hunian di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, dan 1 apartemen di Apartemen Belleza, Jakarta Selatan.

Sementara pada Jumat ini, penggeledahan dilakukan di tempat berbeda. Kedua kantor ini merupakan kantor swasta yang berlokasi di SCBD Office 8 di Jakarta Selatan dan Kantor PT Taspen (Persero) di Jakarta Pusat. Saat ini pencarian masih berlangsung, kata Ali.

Ali mengatakan, dalam penggeledahan yang dilakukan di tujuh lokasi, Kamis, penyidik ​​menemukan barang berupa dokumen dan laporan keuangan investasi, peralatan elektronik, serta sejumlah uang dalam mata uang asing.

Baca Juga  Emiten TP Rahmat ACCA mendapat pinjaman Rp 1,45 triliun dari 3 bank

Ia mengatakan, barang-barang tersebut akan disita dan diharapkan bisa menjadi alat bukti yang menjelaskan dugaan perbuatan para tersangka.

“Temuan bukti-bukti tersebut akan segera dianalisis dan kemudian dikonfirmasi oleh saksi-saksi yang akan segera dipanggil oleh tim penyidik,” ujarnya.

Kasus yang kini tengah didalami Komisi Pemberantasan Korupsi ini merupakan dugaan kegiatan investasi fiktif yang dilakukan PT Taspen pada tahun anggaran 2019 dengan melibatkan perusahaan lain.

Erik Thohir memecat Direktur Taspen

Sebelumnya nama Antonius N.S. Kosasiha kembali menjadi sorotan setelah Menteri BUMN Eric Thohir mencopotnya dari jabatan Direktur Utama PT Taspen (Persero). Ia diberhentikan sementara setelah terlibat dugaan korupsi kegiatan investasi fiktif di PT Taspen tahun anggaran 2019 yang diselidiki Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Beberapa waktu lalu, ia juga sempat viral karena masalah pribadinya dengan istrinya.

Cegah dua orang bepergian ke luar negeri

PKC melarang dua orang bepergian ke luar negeri terkait kasus dugaan korupsi Tuspen. “PKC menghalangi dua orang mengusut kasus dugaan korupsi di PT Taspen (Persero),” kata Ali.

Ali mengatakan, satu orang yang digagalkan adalah seorang penyelenggara pemerintahan. Sedangkan satu lagi merupakan pihak swasta. Dia tidak merinci identitas kedua orang yang tidak diizinkan meninggalkan Tanah Air tersebut.

Pria berlatar belakang jaksa ini mengatakan, pihaknya mengusulkan kepada Direktorat Jenderal Imigrasi untuk memberikan peringatan selama 6 bulan ke depan hingga September 2024. Peringatan ini, kata dia, bisa diperpanjang sesuai kebutuhan penyidikan.

Interogasi istri ANS Kosasikh

Pada September 2023, KPK kembali melontarkan dugaan korupsi terhadap Tuspen dengan menegur mantan istri ANS Kosasih, Rina Lauwi.

“Saya hadir di KPK atas undangan KPK untuk menjawab beberapa pertanyaan dan memberikan klarifikasi terkait penyidikan dugaan korupsi di PT Taspen pada tahun 2018 hingga 2022,” kata Rina usai diperiksa KPK. Komisi sebagai saksi.

Baca Juga  Heran dengan Sindiran Pamela Safitri di Media Sosial, Dinar Candy: Kok Bangga Disamain Sama Miyabi

Reena dipanggil sebagai saksi karena rekaman yang diduga antara dirinya dan mantan suaminya menjadi viral. Rekaman suara berdurasi 8,40 menit itu menyebutkan ANS Kosasih meminta Rina menyimpan uang, namun kemudian ditolak.

Rina mengatakan kepada wartawan usai diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi, dirinya sengaja merekam pembicaraan tersebut.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel berikutnya

Haritha memberikan pendapatnya soal pemeriksaan KPK terhadap direktur tersebut

(ay/ay)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *