UOB Indonesia akui pelemahan rupiah memberikan tekanan pada bisnis Welma

Uncategorized35 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – PT Bank UOB Indonesia menyatakan tren pelemahan rupiah berdampak pada bisnis manajemen asetnya. Head of Deposit and Asset Management UOB Indonesia Vera Margaret melihat pertumbuhan bisnis tahun ini tidak akan sekuat tahun-tahun sebelumnya akibat melemahnya mata uang Garuda.

“Kami melihat dari faktor eksternal, situasi yang terjadi di luar negeri menyebabkan melemahnya rupee, jadi kami juga melihat bisnis manajemen aset, mengingat rupee yang banyak melemah tahun ini, mungkin tidak sekuat itu. di tahun-tahun sebelumnya.” , – katanya. mengikuti Lingkaran Literasi Media UOB, Jakarta Pusat, Rabu (24 April 2024).

Namun, mengingat keputusan Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) kemarin yang menaikkan suku bunga acuan menjadi 6,25%, serta pulihnya perekonomian Indonesia, Vera mengatakan bisnis manajemen aset diperkirakan akan terus tumbuh positif. tahun ini. Terutama pada produk seperti reksa dana.

Ia kemudian mengatakan, tren pelemahan rupiah tidak menyebabkan nasabah UOB Indonesia mengalihkan investasinya ke instrumen lain. Vera menjelaskan, seiring mulai naiknya suku bunga acuan dalam beberapa tahun terakhir, nasabah semakin agresif berinvestasi di obligasi.

Selain itu, nasabah juga diharapkan mewaspadai tren pelemahan rupee yang terjadi saat ini bersifat jangka pendek.

“Ini adalah peluang nyata untuk melakukan rata-rata investasi. Karena kita tidak tahu seberapa dalam dasarnya. Nasabah kini mulai menginvestasikan uangnya secara bertahap pada investasi yang sedikit lebih berisiko, seperti saham,” jelas Vera.

Sementara itu, tren pelemahan rupiah dilaporkan tidak berdampak pada pertumbuhan dana pihak ketiga (TPC) mata uang asing (valas). Sebab, kata Vera, nasabah tabungan valas berupaya untuk memenuhi kebutuhannya, bukan sebagai investasi.

“Klien kami yang melakukan simpanan valas sebagian besar untuk kebutuhan. Keperluan usaha, kebutuhan sekolah, kebutuhan simpanan. Jadi dari sisi simpanan valas, sejauh ini belum berdampak,” tuturnya.

Baca Juga  Penipuan WhatsApp Marak, DPR Turun Gunung

Vera menjelaskan, tidak ada indikasi klien memanfaatkan penguatan dolar AS. Sebaliknya, klien mulai mendapatkan keuntungan dari investasi pada obligasi dalam mata uang asing.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel berikutnya

Peluang untuk meningkatkan investasi dan konektivitas di ASEAN

(fsd/fsd)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *