Verifikasi selesai, akun Vanaarta gagal Rp 11,29 T

Uncategorized252 Dilihat

Jakarta, CNBC Indonesia – Tim likuidasi PT Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha (Wanaartha Life/WAL) telah menyelesaikan verifikasi jumlah tagihan kreditur dan pemegang polis (pempol) yang belum membayar. Total tagihannya mencapai Rp 11,29 triliun.

Dari hasil pertemuan kelompok likuidasi dengan pemegang polis, jumlah pemegang polis yang terverifikasi dan terverifikasi sebanyak 11.001 orang. Jumlah polis – 23.465.

Rinciannya, total tagihan mencapai Rp11.294.681.800.428. Namun tim likuidasi berdalih angka tersebut masih bersifat sementara.

“Jumlahnya bisa berubah tergantung informasi dan usulan dari OJK,” kata Ketua Kelompok Likuidasi Harvard, M. Iqbal, dalam paparan Zoom Meeting, Jumat (29/9/2023) lalu.

Diakui Harvard, jumlah rekening tersebut masih jauh dari jumlah total aset yang dimiliki Vanaarte saat ini. Meski begitu, dia belum bisa memberikan informasi lebih lanjut mengenai jumlah aset tersebut karena masih dilaporkan dalam neraca likuidasi sementara (TLB).

Sesuai ketentuan SEOJK No 16/2018, pada intinya NSL terdiri dari aset, liabilitas/liabilitas dan estimasi selisih lebih (bersih).

Sementara itu, pejabat politik pemerintah yang tergabung dalam kelompok pemantau Wanaartha Life, Freddy Handoyo mengatakan, dana yang ada saat ini berkisar kurang dari Rp 400 miliar hingga Rp 500 miliar. Oleh karena itu, polisi meminta kelompok likuidasi dan OJK mengembalikan sisa dana tersebut kepada pemegang saham pengendali (PSP).

“Kami sudah meminta dan berpesan agar PSP bersifat wajib dan memberikan dana kepada tim likuidasi. Sehingga korban bisa mendapatkan uangnya kembali tanpa menelan pil pahit,” tegas Freddie.

Menanggapi hal tersebut, Harvard menjawab bahwa pihaknya ke depan akan berdiskusi dengan PSP bagaimana mengatasi kekurangan dana tersebut. Hal ini membuka pintu bagi PSP untuk melakukan penyetoran modal untuk menutupi sisa saldo.

Baca Juga  WFH Diterapkan Lagi, Influencer Chandra Jaya Permana Beri Kiat-Kiat Bekerja dari Tempat Liburan

Pada saat yang sama, tim likuidasi juga berupaya mencairkan rekening aset RD yang tidak disita negara di Kejaksaan Agung RI yang jumlahnya kurang lebih Rp 2,4 triliun. Selain itu, mereka juga sedang mengupayakan peninjauan kembali (JR) terhadap barang milik pemerintah yang disita.

“Jika pembentukan NSL mencapai tujuannya, rencananya pembayaran ke kepolisian akan dilakukan pada bulan November. Besarannya belum bisa diumumkan saat ini karena masih dalam pembahasan dengan OJK dan pasti akan dibayarkan secara bertahap,” Harvard menjelaskan. .

[Gambas:Video CNBC]

Artikel selanjutnya

Vanarta Rahasiakan Nama KAP, Apa Alasannya?

(mx/mx)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *