Virus: Koper airwheel tidak bisa masuk ke kabin pesawat, kata pabrikan

Uncategorized148 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – Emiten produsen koper Airwheel PT Rohartindo Nusantara Luas Tbk. (TOOL) memberikan pendapatnya tentang penggunaan koper Airwheel. Baru-baru ini, salah satu penumpang pesawat Citylink, Febriansyah Putra mengaku koper AirWheel miliknya dilarang dibawa ke dalam pesawat, meski beratnya tak lebih dari tujuh kilogram.

Dalam video yang diunggah melalui akun TikTok pribadinya (@febriansyahputra_24), Febriansyah mengaku baru pertama kali koper robotnya tidak diperbolehkan masuk ke dalam tas jinjingnya, meski ia sudah menggunakan koper rumit tersebut selama kurang lebih dua tahun.

FYI, koper Airwheel merupakan koper robotik yang dapat dikendalikan karena ditenagai oleh baterai lithium-ion. Populer di media sosial, koper ini memiliki motor dan pegangan sehingga bisa bergerak sambil duduk di atasnya.

“Sekarang Airwheel yang saya pakai sudah tidak muat di kabin lagi ya. Sekarang harus ditaruh di bagasi,” kata Febriancia seperti dikutip, Sabtu (20/1/2024).

“Entahlah ya, aturan ini baru diterapkan awal tahun ini. Soalnya tahun lalu saya pakai ini setahun atau dua tahun lebih, belum ada aturan yang mewajibkan Airwheel ini bekerja di bagasi,” imbuhnya sambil mengemudikan koper Airwheel.

Video yang sudah ditonton 353 ribu kali itu menuai banyak komentar warganet. Kebanyakan netizen menyebut koper Airwheel tidak muat di kabin pesawat karena menggunakan tenaga baterai.

Presiden Direktur Alat Ronald Hartono Tan mengatakan produk tersebut memenuhi spesifikasi dan persyaratan yang diatur oleh International Air Transport Association (IATA). Dengan demikian, koper Airwheel (smart bagasi) bisa ditempatkan di kabin maskapai.

“Koper Airwheel (smart bag) juga bisa kami katakan memiliki sertifikat keselamatan internasional seperti CE, MSDS, ROHS, UN 38.3, IC, CB, IEC, sehingga keamanan koper, kelistrikan, dan baterai sudah diakui dengan sertifikat ini. .” “, ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (22/1).

Baca Juga  IHSG terdampak dampak Januari yang menyebabkan harga energi melonjak

Sebenarnya bagaimana aturan menyimpan Airwheels di pesawat?

1. Tautan Kota

Mengutip laman resmi Citilink, ada dua ketentuan khusus untuk smartbag atau koper Airwheel. Syarat pertama: Kotak airwheel yang berisi baterai litium yang tidak dapat dilepas tidak diperbolehkan dibawa ke dalam kabin atau sebagai bagasi terdaftar.

“Bagasi pintar atau Airwheel dapat dibawa sebagai kargo, yang harus diberitahukan setidaknya empat jam sebelum keberangkatan,” kata Citilink dalam keterangannya.

Sebagai referensi, setiap penumpang hanya diperbolehkan membawa satu koper Airwheel dan satu baterai cadangan.

Namun, perangkat elektronik dengan baterai litium yang dapat dilepas diperbolehkan berada di dalam kabin sesuai dengan peraturan Perangkat Elektronik Portabel (PED) dan Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) yang berlaku.

2.Garuda Indonesia

Berdasarkan situs resmi Garuda Indonesia, terdapat ketentuan khusus terkait penggunaan smartbag atau koper Airwheel.

Menurut Garuda Indonesia, bagasi pintar adalah bagasi yang memiliki fitur dan perangkat seperti USB charger, Wi-Fi hotspot, GPS, sistem penguncian otomatis, dan power wheel.

Maskapai ini telah mengonfirmasi bahwa koper Airwheel yang berisi baterai lithium-ion yang tidak dapat dilepas dapat menimbulkan bahaya kebakaran di ruang kargo atau kabin pesawat. Namun, ada syaratnya jika Anda ingin membawa koper Airwheel.

“Bagasi pintar dengan baterai yang tidak dapat dilepas dengan kapasitas baterai tidak lebih dari 0,3 g lithium metal atau tidak lebih dari 2,7 Wh lithium ion diperbolehkan sebagai bagasi terdaftar atau bagasi jinjing, namun pastikan Bagasi Cerdas dalam keadaan MATI, tulis pernyataan dari Garuda Indonesia.

“Koper pintar dengan baterai yang dapat dilepas dapat dibawa ke dalam kabin sebagai bagasi jinjing, namun baterainya harus tetap terpasang dan tidak perlu dikeluarkan dari bagasi pintar. Bagasi pintar sudah MATI saat dibawa ke dalam kabin pesawat,” lanjut pernyataan itu.

Baca Juga  Pentingnya pembelian kembali saham dan alasan emiten melakukannya

3. Lion Air Group (Lion Air, Super Air Jet, Wings Air, Batik Air)

Tidak ada ketentuan khusus mengenai penggunaan smartbag atau koper Airwheel di situs resmi Lion Air Group. Namun pihak maskapai menekankan aturan pengangkutan pengisi daya portabel (power bank) dan baterai litium.

Menurut Lion Air Group, semua penumpang harus mengungkapkan apakah mereka membawa perangkat elektronik untuk memastikan perangkat yang mengandung baterai lithium tidak termasuk dalam bagasi terdaftar.

Penumpang dilarang menghubungkan power bank dan baterai lithium ke perangkat elektronik lainnya di dalam pesawat. Namun, daya maksimum yang diperbolehkan untuk bagasi jinjing adalah 100 Wh.

“Untuk transportasi, daya 100-160 Wh harus mendapat izin dari Lion Air Group. Kapasitas melebihi 160 Wh dilarang diangkut dengan pesawat terbang,” tulis aturan Lion Air Group.

4. Lampu air

Seperti halnya Lion Air Group, Pelita Air juga tidak memiliki ketentuan khusus terkait penggunaan smartbag atau koper Airwheel, namun hanya menekankan aturan pengangkutan baterai dan baterai lithium.

Menurut Pelita Air, baterai sebaiknya dibawa di tas jinjing, bukan di bagasi pesawat. Sedangkan baterai yang diperbolehkan di dalam pesawat berkapasitas tidak lebih dari 20.000 mAh atau 100 Wh.

“Power bank dengan kapasitas lebih dari 32.000 mAh atau 160 Wh tidak diperbolehkan,” tegas Pelita Air.

[Gambas:Video CNBC]

(ay/ay)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *