Waspadalah terhadap kejutan! Rupee akan setinggi itu tahun depan

Uncategorized117 Dilihat

Jakarta, CNBC Indonesia – Rupee terus berpotensi menguat terhadap dolar Amerika Serikat (USD) akibat derasnya masuknya modal asing ke dalam negeri (inflows). Kini dolar AS berhasil menembus Rp 15.400.

Apa perkiraan masa depan?

Kepala Ekonom PT Bank Mandiri Tbk Andri Asmoro menjelaskan pergerakan nilai tukar saat ini sangat bergantung pada situasi global, khususnya kebijakan Bank Sentral AS (Federal Reserve/FRS).

Inflasi AS turun menjadi 3,2% year-on-year (y/y) dari sebelumnya 3,7%. Hal ini membuat pelaku pasar memperkirakan suku bunga acuan AS (federal fund rate) tidak akan naik lagi.

“Menyusul data inflasi kemarin, seharusnya tidak ada lagi kenaikan FFR. Pasar sudah memberi harga terlalu tinggi,” jelasnya kepada CNBC Indonesia, Senin (20/11/2023).

Di sisi lain, alat internal untuk menarik arus masuk menjadi lebih beragam. Di antaranya kebijakan mengenai devisa hasil ekspor (DHE) dan Surat Berharga Rupiah Bank Indonesia (SRBI). “Ada yang masuk dan sangat membantu meningkatkan likuiditas valuta asing di pasar,” ujarnya.

Bank Indonesia (BI) merilis data transaksi 13-16 November 2023, pembelian bersih investor asing di pasar keuangan domestik sebesar Rp7,33 triliun (pembelian bersih di pasar surat berharga negara (SBN) Rp2,49 triliun, pembelian bersih Rp 0,87 triliun). di pasar saham, serta pembelian bersih Surat Berharga Rupiah (SRBI) senilai Rp 3,97 triliun.

Berbeda dengan data transaksi 6-9 November 2023 yang menunjukkan investor asing mencatatkan jual bersih Rp 1,27 triliun. Mereka meninggalkan pasar domestik menuju pasar SBN dan pasar saham.

Rekor pembelian bersih Rp 7,33 triliun pada pekan ini merupakan yang tertinggi sejak pekan pertama Mei 2023 atau lebih dibandingkan enam bulan terakhir.

Baca Juga  Ketua PIS Menjelaskan Strategi Menuju Keunggulan Tahun 2023

Hal senada diungkapkan ekonom pasar global Maybank Indonesia Myrdal Gunarto dalam wawancara dengan CNBC Indonesia. Dolar AS diperkirakan bernilai Rp15.507 pada akhir tahun. “Akhir tahun rupee akan berada di kisaran Rp 15.507,” ujarnya.

Penguatan bisa saja berlanjut jika tidak ada kenaikan suku bunga acuan AS lebih lanjut. Negara-negara berkembang seperti Indonesia akan kembali menjadi tujuan investor untuk mengalokasikan modalnya.

“Tidak mengherankan jika rupee akan berada di bawah level Rs 15.000 dan imbal hasil obligasi 10 tahun akan berada di kisaran 6% tahun depan,” kata Myrdal.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel berikutnya

Mengukur kekuatan rupee terhadap dolar AS

(pengusir hama/pengusir hama)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *