Wow! Biasanya menjelang pemilu banyak yang menyerang money changer

Uncategorized149 Dilihat

Jakarta, CNBC Indonesia – Beberapa money changer di sejumlah tempat di wilayah Jakarta mengindikasikan penukaran dolar masih dianggap wajar di tengah tren penguatan dolar saat ini.

Misalnya, pantauan CNBC Indonesia di kantor penukaran Smartdeal kawasan Jakarta Pusat, tidak ada antrean orang yang menukarkan dollarnya pada hari ini. Meski sejak pagi tadi terlihat beberapa orang berjalan hilir mudik.

Smartdeal sendiri diketahui memiliki 13 cabang di seluruh Indonesia. Menurut salah satu kasir, money changer Rianto, jumlah pelanggan yang menjual dolar hingga saat ini masih dalam level normal karena rupee belum mencapai level Rp 15.670 per dolar AS.

“Begini, kadang kalau sore banyak sekali,” kata Rianto, kasir kantor penukaran Smartdeal saat ditemui di lokasi, Senin (10/9/2023).

Namun, dia memperkirakan pada akhir tahun jumlah masyarakat yang melakukan penukaran dolar akan meningkat. Selain kemungkinan dolar AS terus menguat, ada juga faktor pemilihan presiden atau pemilu 2024, dimana terdapat tren tinggi konversi dolar AS ke rupee sesuai pola musiman.

“Hari ini hitungannya masih normal, tapi saya belum tahu akhir tahun nanti seperti apa. Biasanya kalau ada pilpres, ada pilkada, banyak yang jual dolar,” kata Rianto. .




Foto: Penukaran Mata Uang Smartdeal Wahid Hasim, Jakarta Pusat. (CNBC Indonesia/Arrijal Rahman)
Penukaran Uang Smartdeal Wahid Hasim, Jakarta Pusat. (CNBC Indonesia/Arrijal Rahman)

Rianto mengatakan, jumlah dolar yang ditukarkan sebagian klien saat ini masih dalam batas normal, berkisar ribuan dolar AS. Ia mengaku baru memproses transaksi pelanggan senilai $3.000 hari ini.

“Saya layani maksimal 3.000 dolar AS, di samping saya ada beberapa kasir lain berapa ribu. Ada yang berjualan, entah turis atau perorangan,” ujarnya.

Vivi, seorang kasir di kantor penukaran uang Indo Dollar di Jakarta Timur, memberikan kesaksian serupa. Meski jumlah penukaran dolar semakin meningkat, namun menurutnya jumlahnya masih berfluktuasi pada jam-jam tertentu tanpa menimbulkan antrean panjang.

“Sejak Jumat lalu sudah ada peningkatan. Sementara maksimal 10.000 dolar AS, lalu lintas di sini maksimal 20 transaksi, tergantung 1 orang biasanya menukar 100 dolar AS, tapi maksimal 10.000 dolar AS,” ujarnya saat bertemu di tempat.

Indo Dollar memiliki tiga cabang di wilayah Jakarta. Pemantauan pagi ini masih tergolong sepi, dan menurut Vivi, jumlah kunjungan bursa hingga saat ini masih belum bisa diprediksi pada jam puncak kunjungan karena berfluktuasi.

“Jam puncak kunjungan belum bisa ditentukan karena sampai saat ini masih acak. Kayaknya sekarang kosong, lalu tiba-tiba banyak klien yang datang, banyak yang datang,” jelas Vivi.




Penukaran uang Indodolar Buaran Jakarta Timur (CNBC Indonesia/Arrijal Rahman)Foto: Penukaran uang Indo-dolar Buaran, Jakarta Timur (CNBC Indonesia/Arrijal Rahman)
Penukaran uang Indodolar Buaran Jakarta Timur (CNBC Indonesia/Arrijal Rahman)

Kurs beli Indo-USD pada pukul 15.28 WIB sebesar Rp 15.630 dan kurs jual mencapai Rp 15.720. Sedangkan di Smartdeal Money Changer, kurs beli per pukul 14.39 WIB untuk uang kertas US$50-$100 adalah Rp15.665 dan kurs jual Rp15.730.

Sebagai perbandingan, penukar lain seperti VIP Money Changer, Menteng, Jakarta Pusat memiliki kurs beli Rp 15.665 dan kurs jual Rp 15.690. Sedangkan Indo Dollar yang memiliki beberapa cabang di wilayah Jakarta mematok kurs beli Rp 15.675 dan kurs jual Rp 15.705.

Rupiah ditutup pada Rp15.685 per dolar AS atau melemah 0,51% terhadap greenback, menurut data Refinitiv. Posisi tersebut berbeda dengan penutupan perdagangan Jumat (10/6/2023) yang menguat 0,03%. Bahkan di pertengahan perdagangan, rupiah melemah hingga mencapai level psikologis baru Rp 15.700 per dolar AS.

Sedangkan Indeks Dolar AS (DXY) pada Senin (10/9/2023) pukul 15.07 WIB berada di level 106,56 atau menguat 0,49% dari penutupan perdagangan Jumat (10/6/2023) yang berada di level 106.04.

Sejumlah ekonom menilai rupee masih bisa tertekan hingga akhir tahun. Hal ini didorong oleh pandangan bahwa suku bunga bank sentral AS pada pertemuan November 2023 masih akan tinggi dan berpotensi setara dengan BI rate.

“Kami melihat pelemahan rupiah akan terus menjadi perhatian hingga akhir tahun dan diperlukan peningkatan intervensi bank sentral,” kata Banjaran Surya Indrastomo, kepala ekonom Bank Syariah Indonesia.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel berikutnya

Rupee masih kuat terhadap dolar. Mengapa?

(pengusir hama/pengusir hama)


Quoted From Many Source

Baca Juga  Asing datang ke RI selama tiga pekan berturut-turut, dolar tembus Rp 15.400

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *